Sabtu, 05 Oktober 2013
Minggu, 29 September 2013
Andai engkau tahu, kau terus menjadi isi dalam doaku.
Dan, mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya.
Kau tak akan percaya, jika dirimu lah yang selalu dihatiku.
Apa mesti aku menangis, untuk mengatakannya.
Betapa aku bahagia saat itu.
Tepat tanggal 11 Agustus 2013..
Disaat kau mengatakan "Kapan kita akan menikah?"
Mungkin saat itu, aku hanya merespon biasa...
Tapi, perlu kau ketahui... aku merasa sangat bahagia.
dan aku tak bisa mengungkapkan rasa bahagia itu.
Aku tersenyum, meskipun ku tahu hanya Tuhan yang bisa menyatukan dua hati.
Disetiap doa dan sujudku, hanya kau lah yang kuharapkan.
Berharap semua itu bukan hanya sekedar impian kita yang kita rajut dengan indah.
Tapi, suratan Tuhan yang telah tergaris di telapak tangan kita berdua.
Aamiin :)
"Untuk seseorang yang ada dihati ini"
Dan, mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya.
Kau tak akan percaya, jika dirimu lah yang selalu dihatiku.
Apa mesti aku menangis, untuk mengatakannya.
Betapa aku bahagia saat itu.
Tepat tanggal 11 Agustus 2013..
Disaat kau mengatakan "Kapan kita akan menikah?"
Mungkin saat itu, aku hanya merespon biasa...
Tapi, perlu kau ketahui... aku merasa sangat bahagia.
dan aku tak bisa mengungkapkan rasa bahagia itu.
Aku tersenyum, meskipun ku tahu hanya Tuhan yang bisa menyatukan dua hati.
Disetiap doa dan sujudku, hanya kau lah yang kuharapkan.
Berharap semua itu bukan hanya sekedar impian kita yang kita rajut dengan indah.
Tapi, suratan Tuhan yang telah tergaris di telapak tangan kita berdua.
Aamiin :)
"Untuk seseorang yang ada dihati ini"
Rabu, 25 September 2013
Suara itu
Suara itu? Iya suara itu....
Suara yang sudah lama tak ku dengar & sebaliknya.
Waktu tak membuat kami melupakan apa itu semua kenangan indah yang pernah ada.
Ntah lah... bahagia ku rasa saat aku mendengar suara itu.
Semua rasa gundah di hati hilang.
Semua seperti ringan....
Ingin ku ulang kisah itu.
Tapi... :)
Yang mengerti hati, menghibur luka.
Dan, saat ini aku rindu.
Kekosongan hatimu membuatku yakin.
Tapi, ketidaksabaranku menunggu. Iya, mungkin dan mungkin iya.
Biarlah... Iya biarlah.
Suara yang sudah lama tak ku dengar & sebaliknya.
Waktu tak membuat kami melupakan apa itu semua kenangan indah yang pernah ada.
Ntah lah... bahagia ku rasa saat aku mendengar suara itu.
Semua rasa gundah di hati hilang.
Semua seperti ringan....
Ingin ku ulang kisah itu.
Tapi... :)
Yang mengerti hati, menghibur luka.
Dan, saat ini aku rindu.
Kekosongan hatimu membuatku yakin.
Tapi, ketidaksabaranku menunggu. Iya, mungkin dan mungkin iya.
Biarlah... Iya biarlah.
Selasa, 21 Mei 2013
Bila Diriku Sendiri
Ada banyak cara Tuhan untuk hadirkan cinta.
Dan kau adalah salah satunya.
Namun,, kau datang disaat yang tak tepat lagi.
Dimana aku telah dimiliki..
Dan,, akhirnya harus ku akhiri sebelum cintaku kembali hadir untukmu.
Dan cintamu kan semakin dalam untukku.
Dan, maaf kan aku..
Aku memilih untuk setia..
Walaupun aku tahu, cintamu lebih besar darinya.
Maafkan aku tak bisa terus bersamamu lagi.
Menskipun ku tahu juga kau terima segalanya.
Tapi, tak mungkin untukku membagi cinta tulusku untuk dirinya.
Maaf kan diriku memilih setia...
Seribu logika untuk mengigat dan aku tak bisa membohongi hati kecilku.
Andai, aku masih sendiri..
Dan, kau hadir tepat pada waktunya..
Aku kan memilihmu..
Namu,, sekarang kita akhiri semuanya...
Dan kau adalah salah satunya.
Namun,, kau datang disaat yang tak tepat lagi.
Dimana aku telah dimiliki..
Dan,, akhirnya harus ku akhiri sebelum cintaku kembali hadir untukmu.
Dan cintamu kan semakin dalam untukku.
Dan, maaf kan aku..
Aku memilih untuk setia..
Walaupun aku tahu, cintamu lebih besar darinya.
Maafkan aku tak bisa terus bersamamu lagi.
Menskipun ku tahu juga kau terima segalanya.
Tapi, tak mungkin untukku membagi cinta tulusku untuk dirinya.
Maaf kan diriku memilih setia...
Seribu logika untuk mengigat dan aku tak bisa membohongi hati kecilku.
Andai, aku masih sendiri..
Dan, kau hadir tepat pada waktunya..
Aku kan memilihmu..
Namu,, sekarang kita akhiri semuanya...
Senin, 20 Mei 2013
Saat aku belajar dan berusaha tak mengecewakan.
Mengapa aku harus menerima kekecewaan?
Apa ini yang namanya balasan?
Saat dia mengira, aku tak menganggapnya.
Padahal,, aku selalu menunjukkan bahwa aku punya dia.
Saat aku belajar untuk mengalah dalam segi apapun, kata untuk membujukku pun tak ada sama sekali.
Apa aku kurang mengerti?
Hingga aku harus lebih belajar mengerti lagi.
Apa aku kurang untuk memahami?
Hingga aku harus merasakan sakit ini terus saat pertengkaran itu ada.
Jujur,,
Dalam hati selalu terbesit, apa aku salah?
Aku tak katakan jika aku sakit dengan semua ini, bukan bearti aku tak sakit.
Hatiku hancur pun aku tak pernah membahasnya.
Disaat dia katakan "aku capek"
Saat airmata aku berlinang..
Ada hal yang dia katakan?
Tak ada sama sekali....
Langganan:
Postingan (Atom)















































