Sabtu, 30 April 2011
Jumat, 29 April 2011
Dia
Seseorang pernah bilang:
“belajarlah dari kepahitan mudah-mudahan dengan kepahitan kita akan menyicip sedikit manis”……
Dia juga pernah bilang:
“jangan pernah pikirkan apa yang tak mesti dipikirkan, kembali ke tujuan awal focus”
Terlalu banyak yang dia ucapkan untukku….
Hingga setiap langkahku selalu diiringi dengan semua kata-kata darinya.
Dia???? Dan siapa dia???
Seberapa pentingkah dia??
Dan seberapa berhargakah dia untukku???
Entahlah……………..
Aku tak mampu menjawab semua itu.
Jika ku katakan dia sangat beharga, tapi ku sadar dia bukan untukku.
Jika ku katakana dia sangat penting, namun dia bukan milikku.
Terlalu banyak kisah yang dia ajarkan.
Dia sungguh berbeda……kepahitan yang dia beri bukan sekedar mengajarkan ku arti sebuah hidup namun mengajarkan ku makna dari kehidupan.
Hidup itu pahit……
Dia adalah seseorang yang pernah mengisi ruang hati ini.
Meskipun sebentar namun banyak kisah yang telah diberi.
Meskipun tak terhitung waktu, kenangan yang dia beri tak sedikit.
Tak hanya kecewa yang dia beri tapi melainkan kebahagiaan yang tak bisa ku peroleh dari siapa pun.
Dia adalah bagian kisah indah yang tak kan habis oleh waktu untuk mengenangnya.
Hanya sepenggal tangis yang dapat ku hadirkan saat ini.
Saat ku sadar, dia bukan milikku lagi.
Dia telah pergi…….
Berharap kelak dapat bertemu lagi...:)
“belajarlah dari kepahitan mudah-mudahan dengan kepahitan kita akan menyicip sedikit manis”……
Dia juga pernah bilang:
“jangan pernah pikirkan apa yang tak mesti dipikirkan, kembali ke tujuan awal focus”
Terlalu banyak yang dia ucapkan untukku….
Hingga setiap langkahku selalu diiringi dengan semua kata-kata darinya.
Dia???? Dan siapa dia???
Seberapa pentingkah dia??
Dan seberapa berhargakah dia untukku???
Entahlah……………..
Aku tak mampu menjawab semua itu.
Jika ku katakan dia sangat beharga, tapi ku sadar dia bukan untukku.
Jika ku katakana dia sangat penting, namun dia bukan milikku.
Terlalu banyak kisah yang dia ajarkan.
Dia sungguh berbeda……kepahitan yang dia beri bukan sekedar mengajarkan ku arti sebuah hidup namun mengajarkan ku makna dari kehidupan.
Hidup itu pahit……
Dia adalah seseorang yang pernah mengisi ruang hati ini.
Meskipun sebentar namun banyak kisah yang telah diberi.
Meskipun tak terhitung waktu, kenangan yang dia beri tak sedikit.
Tak hanya kecewa yang dia beri tapi melainkan kebahagiaan yang tak bisa ku peroleh dari siapa pun.
Dia adalah bagian kisah indah yang tak kan habis oleh waktu untuk mengenangnya.
Hanya sepenggal tangis yang dapat ku hadirkan saat ini.
Saat ku sadar, dia bukan milikku lagi.
Dia telah pergi…….
Berharap kelak dapat bertemu lagi...:)
Jumat, 22 April 2011
Farmakokinetika
Prinsip Farmakokinetika...
"mempelajari perubahan-perubahan konsentrasi obat dan metabolisme darah dan jaringan sebagai fungsi satuan waktu"
Bagian-bagian terpenting dalam mekanisme suatu obat:
- Saluran Lambung-Usus
- Sistem Peredaran Darah
- Ruang Ekstrasel
- Ruang Intrasel
- Ruang SErebrospinal (bagian otak dan sumsum tulang belakang)
Terdiri dari membran sel yang terdiri dari lapisan lipoprotein (protein konjugasi) yang terdiri dari lipid dan putih telur, dimana mengandung banyak pori-pori kecil dan terisi dengan air. Yang secara umum memiliki sifat semipermeabel (Zat-zat tertentu yang hanya dapat menembus membran). Zat-zat tersebut adalah zat Lifofil (zat yang suka lemak).
Ada dua mekanisme zat yang dapat menembus/melewati membran semipermeabel:
1. Secara Pasif
2. Secara Aktif
"mempelajari perubahan-perubahan konsentrasi obat dan metabolisme darah dan jaringan sebagai fungsi satuan waktu"
Bagian-bagian terpenting dalam mekanisme suatu obat:
- Saluran Lambung-Usus
- Sistem Peredaran Darah
- Ruang Ekstrasel
- Ruang Intrasel
- Ruang SErebrospinal (bagian otak dan sumsum tulang belakang)
Terdiri dari membran sel yang terdiri dari lapisan lipoprotein (protein konjugasi) yang terdiri dari lipid dan putih telur, dimana mengandung banyak pori-pori kecil dan terisi dengan air. Yang secara umum memiliki sifat semipermeabel (Zat-zat tertentu yang hanya dapat menembus membran). Zat-zat tersebut adalah zat Lifofil (zat yang suka lemak).
Ada dua mekanisme zat yang dapat menembus/melewati membran semipermeabel:
1. Secara Pasif
2. Secara Aktif
Selalu dan Selalu
Ingin ku tanyakan....
Mengapa kau masih bersikap demikian?
Mengapa kau masih hadirkan airmata?
Mengapa selalu ini yang kau lakukan?
Mengapa sikapmu masih seperti yang dulu?
Tak sedikitpun kau berubah terhadapku?
Masih adakah rasa dihatimu....
Apakah kau sama sekali tak peduli denganku?
Hingga kau tak sadari, sikapmu selalu menghadirkan airmata.
Sadarkah kau buat airmata selalu jatuh.
Sadarkah kau masih terus menyakitiku.
Pantaskah aku tetap inginkanmu?
Pantaskah aku tetap mencinta dan mengharap?
Dimana....
yang aku tahu kau hanya bisa sakiti aku.
Kau hanya bisa hadirkan tangis.
Mungkinkah sama sekali tak kau rasakan sakit ini.
Mungkinkah sama sekali tak kau hiraukan sakit ini.
Aku tak bisa katakan sakit yang aku rasakan.
Karena aku tak ingin ada yang tersakiti dengan kata-kata yang keluar dari mulutku.
Aku mencintaimu...
Ku terima kau apa adanya.
Sakit yang ku rasa biar jadi perih ku saja.
Biarkan tangis ini, aku yang rasa.
Pedih ini.....biar aku yang rasa.
Semoga senyum ku dapat mengobati sedikit luka yang kau beri...
Mengapa kau masih bersikap demikian?
Mengapa kau masih hadirkan airmata?
Mengapa selalu ini yang kau lakukan?
Mengapa sikapmu masih seperti yang dulu?
Tak sedikitpun kau berubah terhadapku?
Masih adakah rasa dihatimu....
Apakah kau sama sekali tak peduli denganku?
Hingga kau tak sadari, sikapmu selalu menghadirkan airmata.
Sadarkah kau buat airmata selalu jatuh.
Sadarkah kau masih terus menyakitiku.
Pantaskah aku tetap inginkanmu?
Pantaskah aku tetap mencinta dan mengharap?
Dimana....
yang aku tahu kau hanya bisa sakiti aku.
Kau hanya bisa hadirkan tangis.
Mungkinkah sama sekali tak kau rasakan sakit ini.
Mungkinkah sama sekali tak kau hiraukan sakit ini.
Aku tak bisa katakan sakit yang aku rasakan.
Karena aku tak ingin ada yang tersakiti dengan kata-kata yang keluar dari mulutku.
Aku mencintaimu...
Ku terima kau apa adanya.
Sakit yang ku rasa biar jadi perih ku saja.
Biarkan tangis ini, aku yang rasa.
Pedih ini.....biar aku yang rasa.
Semoga senyum ku dapat mengobati sedikit luka yang kau beri...
Rabu, 20 April 2011
Jabat Erat Awal Dari Kebersamaan
Jabat erat awal dari kebersamaan.
Berharap tak pernah ada perpisahan.
Hati ini terlanjur mengenal cinta darinya.
Erlanjur memulainya namun takut untuk diakhiri.
Dia yang jauh dimana, akankah masih menyimpan semua rasa itu?
Diats kaki langit kita pernah membangun pilar cinta.
Dengan asa dan cinta yang kita punya.
Akankah kebahagiaan menjadi milik kita lagi.
Untuk bahtera yang didamba.
Namun, desir ombak seperti menyadarkanku.
Tak terhitung ku lewati senja sampai hari ini kisah itu tak kembali menyapa.
Kurajut indah dalam setiap hembusan.
Ku tepis lara dalam setiap langkah.
Tak pernah aku mencari sakit hati ini.
Tapi mengapa justru aku yang menciptakannya.
Teruntuk diriku terlebih-lebih darinya.
Bersama dengan cinta adalah anugerah terindah dari-Nya.
Seraut wajah yang penuh kedamaian, telah membuat hati ini begejolak.
Bila ku ingat……
Selalu ada amarahku dalam langkahmu.
Engkau tak peduli dan selalu tersenyum untukku.
Dalam bisik, izinkan aku mengenangmu.
Hanya hati yang berbicara, bahwa diantara kita sudah tak ada lagi kisah.
Pada satu cinta yang belum diraih.
Tak perlu ada kenangan yang tercipta.
Cukup asa membangunnya….
Biarkan disela-sela lelah tersimpan sebuah asa.
Biarkan ku menatapmu lekat-lekat.
Mengembalikan seluruh bayangmu yang ada diruang kalbu.
Mungkinkah, sudah saatnya aku berhenti mencintaimu.
Agar tak ada luka lagi yang akan hinggap.
Bukan tiada penyesalan meninggalkanmu.
Namun, bersamamu sepertinya akn menyesal lagi.
Bukan karenamu…………….
Tetapi karena ku yang tak mampu membahagiakanmu.
Inikah yang dinamakan kebahagiaan???
Setelah air mata menyapa dan hati terluka.
Linangan air mata bukti ku sedang nestapa.
Cintamu yang berpura-pura membuatku terluka.
Cinta yang ku beri penuh ketulusan, sementara biarkan mengalir apa adanya.
Karena dihati yang retak oleh mu, masih tersimpan satu harapan engkau kembali.
Aku tidak punya keberuntungan memilikimu.
Mungkin ada penyesalan tapi ku takkan menyesal.
Aku punya mata hati.
Tetapi tetap saja aku tak mampu, melihat cinta engkau punya.
Untuk hati yang terlanjur tersakiti.
Telah membutakan hati untuk mengenal cinta.
Dalam impian terpatri impian.
Menyambut esok dengan harapan.
Ku lantunkan doa dalam hembusan, mengiringimu disetiap langkahmu.
Untuk satu cita dan asa.
Semoga engkau selalu bahagia.
Dan, Semoga engkau dan aku selalu bahagia meskipun tak bersama.
Biarkan perjalan kisah ini berakhir dengan sendirinya.
Karena sepenggal hati yang aku tinggalkan, akankah kau siram dengan kasih atau dibiarkan layu lalu mati.
Dan akhirnya tersisa hampa sebuah kisah.
Jika harus berakhir mengapa harus dipertahankan.
Semoga tiada duka diantara kita.
Demi masa lalu kita pernah saling mencintai.
Terimakasih atas bahagia.
Yang engkau persembahkan kepadaku.
Terlalu lama diriku berjalan didalam gelap.
Tiba waktunya untuk menghentikan semua,
Tiba waktu untuk melepaskan diri dari belenggu.
Melupakan semua yang pernah ada.
Melupakan segala lara, yang pernah ada.
Berhenti mencintai bukan tidak mencintai.
Berhenti mencintai pun bukan berarti tak bahagia.
Menyambut satu cinta dengan suka cita.
Berharap tak pernah ada perpisahan.
Hati ini terlanjur mengenal cinta darinya.
Erlanjur memulainya namun takut untuk diakhiri.
Dia yang jauh dimana, akankah masih menyimpan semua rasa itu?
Diats kaki langit kita pernah membangun pilar cinta.
Dengan asa dan cinta yang kita punya.
Akankah kebahagiaan menjadi milik kita lagi.
Untuk bahtera yang didamba.
Namun, desir ombak seperti menyadarkanku.
Tak terhitung ku lewati senja sampai hari ini kisah itu tak kembali menyapa.
Kurajut indah dalam setiap hembusan.
Ku tepis lara dalam setiap langkah.
Tak pernah aku mencari sakit hati ini.
Tapi mengapa justru aku yang menciptakannya.
Teruntuk diriku terlebih-lebih darinya.
Bersama dengan cinta adalah anugerah terindah dari-Nya.
Seraut wajah yang penuh kedamaian, telah membuat hati ini begejolak.
Bila ku ingat……
Selalu ada amarahku dalam langkahmu.
Engkau tak peduli dan selalu tersenyum untukku.
Dalam bisik, izinkan aku mengenangmu.
Hanya hati yang berbicara, bahwa diantara kita sudah tak ada lagi kisah.
Pada satu cinta yang belum diraih.
Tak perlu ada kenangan yang tercipta.
Cukup asa membangunnya….
Biarkan disela-sela lelah tersimpan sebuah asa.
Biarkan ku menatapmu lekat-lekat.
Mengembalikan seluruh bayangmu yang ada diruang kalbu.
Mungkinkah, sudah saatnya aku berhenti mencintaimu.
Agar tak ada luka lagi yang akan hinggap.
Bukan tiada penyesalan meninggalkanmu.
Namun, bersamamu sepertinya akn menyesal lagi.
Bukan karenamu…………….
Tetapi karena ku yang tak mampu membahagiakanmu.
Inikah yang dinamakan kebahagiaan???
Setelah air mata menyapa dan hati terluka.
Linangan air mata bukti ku sedang nestapa.
Cintamu yang berpura-pura membuatku terluka.
Cinta yang ku beri penuh ketulusan, sementara biarkan mengalir apa adanya.
Karena dihati yang retak oleh mu, masih tersimpan satu harapan engkau kembali.
Aku tidak punya keberuntungan memilikimu.
Mungkin ada penyesalan tapi ku takkan menyesal.
Aku punya mata hati.
Tetapi tetap saja aku tak mampu, melihat cinta engkau punya.
Untuk hati yang terlanjur tersakiti.
Telah membutakan hati untuk mengenal cinta.
Dalam impian terpatri impian.
Menyambut esok dengan harapan.
Ku lantunkan doa dalam hembusan, mengiringimu disetiap langkahmu.
Untuk satu cita dan asa.
Semoga engkau selalu bahagia.
Dan, Semoga engkau dan aku selalu bahagia meskipun tak bersama.
Biarkan perjalan kisah ini berakhir dengan sendirinya.
Karena sepenggal hati yang aku tinggalkan, akankah kau siram dengan kasih atau dibiarkan layu lalu mati.
Dan akhirnya tersisa hampa sebuah kisah.
Jika harus berakhir mengapa harus dipertahankan.
Semoga tiada duka diantara kita.
Demi masa lalu kita pernah saling mencintai.
Terimakasih atas bahagia.
Yang engkau persembahkan kepadaku.
Terlalu lama diriku berjalan didalam gelap.
Tiba waktunya untuk menghentikan semua,
Tiba waktu untuk melepaskan diri dari belenggu.
Melupakan semua yang pernah ada.
Melupakan segala lara, yang pernah ada.
Berhenti mencintai bukan tidak mencintai.
Berhenti mencintai pun bukan berarti tak bahagia.
Menyambut satu cinta dengan suka cita.
Minggu, 17 April 2011
Maaf Aku Tak Bisa
Disaat semua harus berakhir dengan kekecewaan dan air mata.
Kita harus terima semua itu.
Sejujurnya bukan itu yang diinginkan.
Setiap umat pastinya inginkan kebahagiaan di akhir semua cerita.
Namun, kali ini…..
Ini yang kita peroleh..
Ini takdirku dan takdir kita semua.
Jalani kisah dengan berakhir kekecewaan dan air mata.
Ingat kah kamu, disaat langit duka ku menghias kalbu ku.
Kau pergi, meskipun aku tahu pernah ada kamu disaat mendung ku.
Tapi,, kata terakhirmu membuat aku benar-benar menangis dan itu air mata terakhir yang bisa ku hadirkan untukmu.
Mencoba untuk tetap menangapmu ada di setiap langkahku.
Tapi,, hati ini terlanjur beku dengan semua sikap dan kata-katamu yang terlalu sering menghadirkan air mata dalam hati ini.
Pernah kau katakana, “tak mesti bersama”…..
Ingat kah kamu??????
Dan setelah semua sikapmu yang menghadirkan air mata.
Kini kau datang dengan satu kata “MAAF”.
Sejujurnya aku tak pernah membencimu, karena aku tahu diselang dukaku pernah ada kamu yang menghiasnya.
Namun, entah mengapa…..hati ini masih terasa sakit dengan semua itu.
Aku tak ingin seperti mereka, yang hanya melihat sisi salah itu.
Aku adalah aku…..dimana aku tak pernah ingin membencimu.
Aku pikir lebih baik kita seperti ini…….
Lebih baik kan yang kita jalani sekarang.
Berbahgia lah dengan apa yang ada sekarang begitu juga dengan aku.
Semoga bahagia selalu beriringan diantara kita.
Tak pernah menyesal telah mengenal dan pernah bersama dalam suka dan duka.
Ada kisah yang indah pernah kita lalui bersama.
Meskipun akhirnya akan berakhir air mata.
Yakinlah ada hal-hal indah yang bisa didapat meskipun tak bersama.
Dari lubuk hati yang Paling dalam kau tetap yang terbaik.....:)
Kita harus terima semua itu.
Sejujurnya bukan itu yang diinginkan.
Setiap umat pastinya inginkan kebahagiaan di akhir semua cerita.
Namun, kali ini…..
Ini yang kita peroleh..
Ini takdirku dan takdir kita semua.
Jalani kisah dengan berakhir kekecewaan dan air mata.
Ingat kah kamu, disaat langit duka ku menghias kalbu ku.
Kau pergi, meskipun aku tahu pernah ada kamu disaat mendung ku.
Tapi,, kata terakhirmu membuat aku benar-benar menangis dan itu air mata terakhir yang bisa ku hadirkan untukmu.
Mencoba untuk tetap menangapmu ada di setiap langkahku.
Tapi,, hati ini terlanjur beku dengan semua sikap dan kata-katamu yang terlalu sering menghadirkan air mata dalam hati ini.
Pernah kau katakana, “tak mesti bersama”…..
Ingat kah kamu??????
Dan setelah semua sikapmu yang menghadirkan air mata.
Kini kau datang dengan satu kata “MAAF”.
Sejujurnya aku tak pernah membencimu, karena aku tahu diselang dukaku pernah ada kamu yang menghiasnya.
Namun, entah mengapa…..hati ini masih terasa sakit dengan semua itu.
Aku tak ingin seperti mereka, yang hanya melihat sisi salah itu.
Aku adalah aku…..dimana aku tak pernah ingin membencimu.
Aku pikir lebih baik kita seperti ini…….
Lebih baik kan yang kita jalani sekarang.
Berbahgia lah dengan apa yang ada sekarang begitu juga dengan aku.
Semoga bahagia selalu beriringan diantara kita.
Tak pernah menyesal telah mengenal dan pernah bersama dalam suka dan duka.
Ada kisah yang indah pernah kita lalui bersama.
Meskipun akhirnya akan berakhir air mata.
Yakinlah ada hal-hal indah yang bisa didapat meskipun tak bersama.
Dari lubuk hati yang Paling dalam kau tetap yang terbaik.....:)
Kamis, 14 April 2011
Labor kosan Kedua QUh....
Sungguh melelahkan….
Ingin dapat gelar S.Si sebegitu sulitnya.
Banyaknya lika-liku yang harus dilalui.
Praktikum…….!!!!!!!!
Ne……….kami lagi pada praktikum…..:
1 sks tapi lebih dari 50 menit…..
Hal yang paling melelahkan, tapi ini lah inti dari anak-anak sains.
Larinya pasti di Laboratorium……
Ne………….Lab Kimia Organik.
Laboratorium ini, lab yang paling banyak menyimpan zat-zat yang menakutkan.
Dimulai dari kuat sampai yang lemah.
Hayo siapa yang ga tahu….Asam Sulfat dengan rumus molekul H2SO4.
Wah……ternyata ada yang lebih menakutkan lagi dari zat itu.
Untuk tahu zat itu semakin berbahaya kita lihat dari konsentrasinya.
Dimana, semakin besar konsentrasi suatu larutan maka akan semakian berbahaya larutan itu.
Liat ajah si H2SO4, HCl (Asam Klorida), Amonia, fenol dan masih banyak lagi.
Ga ada yang menarik selain Lab Organik.
Meskipun Labnya memilki suasana yang paling beda dari Lab-lab yang lain.
Ingin dapat gelar S.Si sebegitu sulitnya.
Banyaknya lika-liku yang harus dilalui.
Praktikum…….!!!!!!!!
Ne……….kami lagi pada praktikum…..:
1 sks tapi lebih dari 50 menit…..
Hal yang paling melelahkan, tapi ini lah inti dari anak-anak sains.
Larinya pasti di Laboratorium……
Ne………….Lab Kimia Organik.
Laboratorium ini, lab yang paling banyak menyimpan zat-zat yang menakutkan.
Dimulai dari kuat sampai yang lemah.
Hayo siapa yang ga tahu….Asam Sulfat dengan rumus molekul H2SO4.
Wah……ternyata ada yang lebih menakutkan lagi dari zat itu.
Untuk tahu zat itu semakin berbahaya kita lihat dari konsentrasinya.
Dimana, semakin besar konsentrasi suatu larutan maka akan semakian berbahaya larutan itu.
Liat ajah si H2SO4, HCl (Asam Klorida), Amonia, fenol dan masih banyak lagi.
Ga ada yang menarik selain Lab Organik.
Meskipun Labnya memilki suasana yang paling beda dari Lab-lab yang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)




