Ada banyak cara Tuhan untuk hadirkan cinta.
Dan kau adalah salah satunya.
Namun,, kau datang disaat yang tak tepat lagi.
Dimana aku telah dimiliki..
Dan,, akhirnya harus ku akhiri sebelum cintaku kembali hadir untukmu.
Dan cintamu kan semakin dalam untukku.
Dan, maaf kan aku..
Aku memilih untuk setia..
Walaupun aku tahu, cintamu lebih besar darinya.
Maafkan aku tak bisa terus bersamamu lagi.
Menskipun ku tahu juga kau terima segalanya.
Tapi, tak mungkin untukku membagi cinta tulusku untuk dirinya.
Maaf kan diriku memilih setia...
Seribu logika untuk mengigat dan aku tak bisa membohongi hati kecilku.
Andai, aku masih sendiri..
Dan, kau hadir tepat pada waktunya..
Aku kan memilihmu..
Namu,, sekarang kita akhiri semuanya...
Selasa, 21 Mei 2013
Senin, 20 Mei 2013
Saat aku belajar dan berusaha tak mengecewakan.
Mengapa aku harus menerima kekecewaan?
Apa ini yang namanya balasan?
Saat dia mengira, aku tak menganggapnya.
Padahal,, aku selalu menunjukkan bahwa aku punya dia.
Saat aku belajar untuk mengalah dalam segi apapun, kata untuk membujukku pun tak ada sama sekali.
Apa aku kurang mengerti?
Hingga aku harus lebih belajar mengerti lagi.
Apa aku kurang untuk memahami?
Hingga aku harus merasakan sakit ini terus saat pertengkaran itu ada.
Jujur,,
Dalam hati selalu terbesit, apa aku salah?
Aku tak katakan jika aku sakit dengan semua ini, bukan bearti aku tak sakit.
Hatiku hancur pun aku tak pernah membahasnya.
Disaat dia katakan "aku capek"
Saat airmata aku berlinang..
Ada hal yang dia katakan?
Tak ada sama sekali....
Sabtu, 30 Maret 2013
Menangis aku malam itu, karena aku merindukan dia.
Aku katakan aku merindukanmu..
Wajarkan jika aku merindukan dia yang pernah dan selalu siap mendengar semua sakit serta keluh ini.
Tapi, aku hanya bisa menangis.
Dan, dalam hati hanya dalam hati aku katakan aku rindukan dia Tuhan.
Kamu yang ada di sana.. aku rindukanmu da..
Aku merindukan bukan semata aku ingin kembali dan menyimpan sebuah rasa itu.
Tapi, aku merindukan dia yang begitu hangat saat menghiburku.
Mampu menghapus tangisku dari semua caranya.
Da.. okta kangen...
Okta kangen dengan hal-hal konyolmu.
Jujur amarahmu yang selalu memotivasiku selalu aku ingat sampai sekarang.
Da.. Okta tak suka kehidupan disini...
Kapan pertemuan itu??
Dimana okta bakal menceritakan semua kisah okta disini da..
Jaga Ducky da...
Aku katakan aku merindukanmu..
Wajarkan jika aku merindukan dia yang pernah dan selalu siap mendengar semua sakit serta keluh ini.
Tapi, aku hanya bisa menangis.
Dan, dalam hati hanya dalam hati aku katakan aku rindukan dia Tuhan.
Kamu yang ada di sana.. aku rindukanmu da..
Aku merindukan bukan semata aku ingin kembali dan menyimpan sebuah rasa itu.
Tapi, aku merindukan dia yang begitu hangat saat menghiburku.
Mampu menghapus tangisku dari semua caranya.
Da.. okta kangen...
Okta kangen dengan hal-hal konyolmu.
Jujur amarahmu yang selalu memotivasiku selalu aku ingat sampai sekarang.
Da.. Okta tak suka kehidupan disini...
Kapan pertemuan itu??
Dimana okta bakal menceritakan semua kisah okta disini da..
Jaga Ducky da...
Selasa, 19 Maret 2013
Iya Cinta yang Tulus
Cinta..
Kau hadir dengan sejuta harapan..
Segenggam impian dan angan,
Janjikan tawa canda penuh bahagia..
Diantara bintang aku bertanya..
berbiaskan cahaya rembulan..
Apakah ini yang namanya cinta??
Hingga kata-kata pun tak mampu mewakili.
CINTA itu bahagia tapi menyakitkan..
saat kita mencintai, kita bahagia..
saat kita cemburu, kita terluka..
CINTA tak harus memiliki?
“itu bohoong !!
semua orang ingin memiliki, bahkan kadang merasa harus memiliki..
Dengan melihat orang yang dicintai bahagia, kita pun bahagia?
“bohoong”!!!
kita hanya pura2 bahagia,,
di saat hati kita sakit, itu mengajarkan kita untuk menjadi MUNAFIK..
Lebih bahagia dicintai dari pada mencintai?
“itu salah”!!!
saat di cintai kita hanya merasa bangga,
namun saat mencintai kita dapat merasakan arti bahagia sesungguhnya..
Dan terlebih lagi, kita tak akan pernah bisa membenci dia yang kita cinta.
Sebesar apapun kesalahannya..
Jika, kita membencinya disaat kita tak bersamanya lagi.
Bukan tulus itu namanya, tapi cinta itu hanya mengisi hati yang kosong.
Namun, disaat kita tak bersamanya lagi dan rasa untuk saling mengisi bukan dalam hal yang sama tapi dijalin dengan silaturahmi itu lah artinya tulus mencintai...
Bukan balik untuk saling membenci...
Kamis, 24 Januari 2013
Aku yang lebih dulu
Aku yang lebih dulu mengenalnya..
Aku yang lebih dulu menyentuh hatinya..
dan aku juga yang lebih dulu menyakitinya..
Egoku memang tinggi.
Mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti.
Munkin aku tak sengaja juga menyakiti.
Aku tak peduli...
Bila ruang harus meyekat cinta.
dan aku mencoba untuk menyeru pada detik.
sehingga akan kutemukan kata kita hingga hari ini.
Kurang lebih 4 tahun lamanya..
agar hati ini menyadari,,
Dulu aku tak pernah bisa menjalin cinta denganmu meskipun selalu kau mencoba untuk yakinkanku.
Dan kini,, kurasakan sesuatu yang lain.
Cinta itu tumbuh secara perlahan kepadamu...
Dan, ku mohon jangan pernah tinggalkan.
Dan, ku minta cintamu hanya untukku.
Yakinkan cintamu, kau adalah cinta yang tak pudar.....
Dan kini,,
kau hadirkan rasa rindu dan cemburu itu.
terkadang gelisahpun datang...
Dan kini,,
Aku mencintaimu jelekku...
Rabu, 23 Januari 2013
Mei 2012
Ditengah kesibukanku menyiapkan seminar hasil...
Hp ku berdering,, tanda sms masuk.
Dan, ku lihat ternyata dari orang yang selama ini tak pernah ada kabar.
Tiba-tiba datang dengan menyapa....
"Kur......"
Sambil tersenyum aku membaca dan ku balas.. dengan caraku yang suka main-main...
"Iya... ad ap? tumben... kangen ye"
Balik dia membalas..
"Wew... siapo? kekeke"
Dan, berlanjut...
Dan, berlanjut...
Seperti biasa, yang aku sms hanya membalas sesuka hatiku.
Tepat akhir Mei, pertemuan itu kembali lagi..
Aku tak pernah menyangka,, jika hari itu lah aku merasa nyaman denganmu.
Dan, bisa ku baca dari setiap tatap matanya yang tak pernah berani menatapku langsung.
Cuma bisa tersenyum dalam hati, ternyata tatapan itu tetap sama setelah 1 tahun lebih tak pernah bertemu.
Ntah lah, novel yang ketinggalan dalam tas ku lah yang mengantarkan pertemuan itu lagi.
tak pernah ku inginkan hal itu...
Tapi, hati tak bisa kubohongi.. Rasa itu sedikit demi sedikit tumbuh.
Berawal aku menceritakan kisahku...
Dan, berawal dengan hal-hal yang biasa aku lakukan menulis sebuah kiasan.
Kata-kata yang berisi kiasan itu lah yang membuat kisah ini.
Hari itu tiba, hal yang tak pernah aku kira..
Hal yang tak pernah ada dibenakku.
Disaat ego itu muncul,, tak mampu aku mengalahkannya.
Saat ini aku benar-benar inginkan hati itu.
Dan aku katakan..
"Maafkan jika kali ini aku egois, dan ini tak bisa aku pungkiri'
Yang ada dibenakku, inilah saatnya...
Berharap tak kan ada yang merasa tersakiti lagi karenaku dan kamu.
Setiap hari kutanyakan, apa kabar dia? ada ngubungi dia?
ntah lah hati begitu besar saat aku katakan,, bertemulah dengannya dan selesaikan baik-baik.
Tapi, aku tahu semua keputusan ada dengannya.
Dia yang memilih...
Saat dia pilih untuk menetapkan hati,
dan setiap harinya yang selalu dia katakan.
"Jangan ulangi lagi.... saat ini pikirkan hatimu."
Saat itu lah aku memilih ego itu....
Maafkan,,
Aku menyayangi dia...
Aku memilihnya lagi...
Dan, aku katakan...
"Benar, aku satu-satunya?"
Kembali aku ingat kata-kata seorang sahabatnya yang pernah dikatakan di awal semester perkuliahan.
"Benar, ga bisa sayang dengannya?"
dengan tegas ku jawab: "Iya, aku ga bisa"
Kembali sahabatnya mengatakan: "Dia senang sm cew, tpi kalau liat okta lagi. Rasa sm cew itu hilang, jadi dia harus gmna?"
Aku menjawab: "aku ga bisa"
Andai aku bisa belajar mengenal hatimu terlebih dahulu....
Iya.. tak ada kata terlambat,
karena untuk dapat yang terbaik kita harus mengenal yang baik-baik dulu.
Kisah-kisah yang pernah ada adalah jalan untuk kita memperoleh yang terbaik.
Sayang kamu jelekku... :)
Selasa, 22 Januari 2013
Perjalan 2011
Oktober 2010 disini akhir dari komunikasi itu...
Setelah aku menyakitimu, kau memilih untuk menghindar dariku.
Meskipun hati tak rela saat kau memilih untuk menghindar tapi dengan senyuman aku katakan kau pasti dapatkan yang terbaik dan pastinya lebih baik dariku.
Ujung Tahun aku mendengar kau telah mengisi hatimu dengan seorang wanita.
Dan aku bahagia...
Aku pikir, kau telah temukan yang kau cintai dan akupun begitu.
Tahun ini pun aku hadapi dengan penuh cobaan.
Tahun ini pertama kalinya merasakan jarum infus.
Dan, masih banyak lagi.
Dan, tahun ini pun aku temukan siapa yang benar sahabat dan mana juga teman.
Dan, tahun ini lah aku temukan jawaban itu.
Disaat aku benar-benar butuh dukungan kau yang hadir.
Menghapus air mata dan siap mendengarkan semua keluh tangisku.
Tapi, aku pikir aku salah mengiinginkanmu saat itu.
Karena hatimu sudah dimiliki dia.
Aku tak pernah mengenal wanita itu.
Dan, aku bingung kenapa dan mengapa sepertinya dia selalu cemburu terhadapku.
Kau ingat? "Berapa kali aku mengadu karena FB ku dblokir dari akunmu"
Aku cuma bisa tersenyum, dan bingung.
Jelas-jelas aku tak pernah mengenal dia bertemu dengan mu aku tak pernah.
"Apa yang harus dicemburui?"
Satu tahun lebih aku dan kamu tak pernah saling menyapa..
Dan, sekarang berujung disini sampai hari ini....
Setelah aku menyakitimu, kau memilih untuk menghindar dariku.
Meskipun hati tak rela saat kau memilih untuk menghindar tapi dengan senyuman aku katakan kau pasti dapatkan yang terbaik dan pastinya lebih baik dariku.
Ujung Tahun aku mendengar kau telah mengisi hatimu dengan seorang wanita.
Dan aku bahagia...
Aku pikir, kau telah temukan yang kau cintai dan akupun begitu.
Tahun ini pun aku hadapi dengan penuh cobaan.
Tahun ini pertama kalinya merasakan jarum infus.
Dan, masih banyak lagi.
Dan, tahun ini pun aku temukan siapa yang benar sahabat dan mana juga teman.
Dan, tahun ini lah aku temukan jawaban itu.
Disaat aku benar-benar butuh dukungan kau yang hadir.
Menghapus air mata dan siap mendengarkan semua keluh tangisku.
Tapi, aku pikir aku salah mengiinginkanmu saat itu.
Karena hatimu sudah dimiliki dia.
Aku tak pernah mengenal wanita itu.
Dan, aku bingung kenapa dan mengapa sepertinya dia selalu cemburu terhadapku.
Kau ingat? "Berapa kali aku mengadu karena FB ku dblokir dari akunmu"
Aku cuma bisa tersenyum, dan bingung.
Jelas-jelas aku tak pernah mengenal dia bertemu dengan mu aku tak pernah.
"Apa yang harus dicemburui?"
Satu tahun lebih aku dan kamu tak pernah saling menyapa..
Dan, sekarang berujung disini sampai hari ini....
Langganan:
Postingan (Atom)